Perayaan Bulan Bahasa Bali dengan tema “Atma Kerti: Udiana Purnaning Jiwa” berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan budaya luhur yang harus dijaga bersama.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, di antaranya BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Ketua TP PKK, Bendesa Adat Sejelijih Punggang, Kelian Subak Se-Desa Jelijih Punggang, Ketua LPM, serta para peserta lomba yang turut memeriahkan kegiatan.
Tema “Atma Kerti: Udiana Purnaning Jiwa” memiliki makna mendalam, yaitu penyucian jiwa untuk mencapai kesempurnaan hidup melalui pelestarian budaya dan bahasa Bali. Melalui perayaan ini, masyarakat diajak untuk semakin mencintai dan menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kearifan lokal.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai lomba yang melibatkan generasi muda dan masyarakat umum. Lomba yang dilaksanakan diantaranya : Nyurat Aksara Bali, Mapidarta, Mesatua Bali dan Karaoke Lagu Pop Bali. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti setiap perlombaan yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran dan pelestarian budaya Bali.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Jelijih Punggang I Wayan Sudasna menyampaikan “bahwa Bulan Bahasa Bali bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi.”
Perayaan Bulan Bahasa Bali tahun ini juga dirangkaikan dengan memperingati hari Ulang Tahun Desa Jelijih Punggang yang ke 21 tahun. Diharapkan masyarakat dapat terus menjaga keharmonisan serta kelestarian bahasa dan budaya Bali demi masa depan yang berjati diri dan berkarakter.